Kesalahan Asesi #1
Salah memilih skema, jenjang, atau unit kompetensi
Banyak portofolio terlihat “tebal”, tapi tidak nyambung dengan unit kompetensi yang diujikan karena skema/jenjang dipilih tanpa pemetaan peran.
Navigasi cepat
Gejala yang sering muncul
Biasanya terlihat sejak awal: unit kompetensi dan bukti “tidak ketemu titiknya”.
Do
Yang membuat bukti cepat “terbaca”.
- Mulai dari peran di proyek (apa yang benar-benar dikerjakan).
- Cocokkan peran → unit kompetensi → bukti yang tersedia.
- Konfirmasi jenjang sesuai pendidikan & pengalaman (jangan memaksa).
Don’t
Yang sering memicu revisi atau tanya-jawab berulang.
- Memilih skema karena “yang populer” tanpa cek unitnya.
- Mengandalkan bukti generik tanpa menunjukkan kontribusi pribadi.
- Mengisi APL-02 “asal centang” untuk mengejar cepat.
Bikin 1 halaman “peta unit-bukti”
Tulis unit kompetensi di kiri, bukti yang menguatkan di kanan. Jika ada unit tanpa bukti, itu sinyal perlu perbaikan.
Baca ringkasan jenjang dulu
Pilih jenjang yang realistis agar bukti pendidikan/pengalaman tidak bertabrakan.